Minggu, 22 Januari 2012

KENAIKAN KADAR CO2


MAKALAH

RESPON TANAMAN TERHADAP
KENAIKAN KADAR CO2 DI PERMUKAAN BUMI









OLEH :

NAMA
NIM
FAKULTAS
:
:
:
Moh. Syukron Habibi
20200122045
Pertanian







 


INSTITUT PERTANIAN ( INTAN ) YOGYAKARTA
2011



KATA PENGANTAR
                                                                                                                 
Kenaikan kadar COyang semakin meningkat akibat penggunaan gas gas berbahaya saat ini tentu sangat mempengaruhi keadaan lingkungan sekitar pula. Seperti penggunaan bahan bakar kendaraan dan limbah pabrik yang tidak ramah lingkungan menjadi salah satu pemicu kenaikkan kadar CO2 di bumi. Dari hal tersebut juga sangat berpengaruh terhadap respon tanaman dalam perkembangannya.
CO2  yang menjadi bahan utama dalam fotosintesis cukup banyak diperlukan bagi tanaman, namun jika kenaikkan kadar CO2  yang tidak disertai denagn penambahan jumlah tanaman juga dapat berpengaruh buruk bagi lingkungan sekitar.
Dalam hal ini penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun untuk peningkatan penulisan tugas – tugas yang selanjutnya. Tidak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1.      Dra. Nike triwahyuningsih, MP selaku dosen pembimbing dalam mata kuliah Agroklimatologi
2.      Orang tua tercinta yang selalu memberikan motivasi dan dorongan untuk penulis
3.      Teman – teman yang membantu dalam penyelesaian tugas ini.

Penulis berharap semoga penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca umumnya dan juga bagi penulis sendiri khususnya.







Yogyakarta, 12 November 2011




Moh. Syukron Habibi





                                                                                                   


DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL ..........................................................................................
KATA PENGANTAR .........................................................................................
DAFTAR ISI .....................................................................................................
RINGKASAN ....................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN ...................................................................................
1.     Latar Belakang ................................................................................
2.     Rumusan Masalah ...........................................................................
3.     Tujuan .............................................................................................

BAB II
PEMBAHASAN .....................................................................................
A.    Pengertian karbondioksida (CO2) ...................................................
B.     Pengaruh lingkungan terhadap tanaman .......................................
C.     Pengaruh kenaikan karbondioksida (CO2) terhadap tanaman .......
1.     Fotosintesis ...............................................................................
2.     Respirasi ....................................................................................
D.    Cara mengatasi kenaikan kadar CO2 yang meningkat tajam ……….
PENUTUP ........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................
i
ii
iii
iv


1
1
1
1


2
2
3
4
5
6
7
8
9


Ringkasan
Hasil tanaman sangat tergantung dari proses fotosintesis. Terjadi perbedaan respon fotosintesis antara jenis tanaman C3 dan C4 terhadap perubahan kosentrasi CO2 di udara. Beberapa tanaman mengalami perubahan biokimia sebagai tanggapan atas peningkatan CO2. Fotosintesis pada tanaman C3 mengalami peningkatan dengan bertambahnya kosentrasi CO2 di udara. Aktivitas Rubisco pada mesofil mengalami peningkatan yang cukup tinggi sebagai respon dari peningkatan CO2 udara.
Peningkatan Biomassa terbukti terjadi ketika dilakukan pengayaan CO2. Ini tak selalu muncul dari fotosintesa. Kadar CO2 yang tinggi memicu penggunaan air yang efisian dalam tanaman C4 seperti jagung. Peningkatan efisiensi air ini merangsang pertumbuhan tanaman.
Dampak langsung yang dapat dijejaki dari peningkatan CO2 adalah peningkatan tingkat fotosintesa daun. Peningkatan fotosintesis akan meningkat sampai kadar CO2 mendekati 1000 ppm. Hasil paling pasti adalah tanaman tumbuh cepat dan lebih besar.
            Pada tanaman C3, kenaikan CO2 di udara akan mengakibatkan meningkatnya proses fotosintesis di daun. Sehingga tanaman C3 baik digunakan untuk mengatasi masalah kenaikan CO2 yang meningkat tajam akhir-akhir ini.

BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Tanaman adalah makluk hidup yang dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses yang dinamakan fotosintesis. Dalam proses ini tumbuhan memerlukan CO2, Air dan cahaya matahari, hasil dari fotosintesis ini adalah karbohidrat dan hasil sampingannya berupa O2. Dengan adanya fotosintesis tanaman bisa hidup tanpa makanan dari makluk hidup lainnya.
Sekarang zaman semakin madern, banyak ditemukan teknologi-teknologi baru seperti motor, mobil, pesawat dan lain sebagainya. Tapi teknogi itu menghasilkan karbondioksida yang menimbulkan efek semakin memanasnya bumi ini atau sering disebut bglobal warming.
Peningkatan kosentrasi CO2 di atmosfer sudah terjadi sejak beberapa ratus tahun yang lalu, namun lajunya mengalami peningkatan yang sangat tinggi dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini memicu terjadinya adaptasi tanaman terhadap perubahan karakteristik daun.
Dengan terus meningkatnya kadar CO2 akan mempengaruhi siklus kehidupan di bumi. Tumbuhan sebagai penghirup CO2 apakah mampu menetralisir karbondioksida yang semakin bertambah setiap tahunnya dan berdampak apakah kenaikan karbondioksida bagi tanaman ?, sertabagaimanakahuntukmengatasinya ?
2.      Perumusan Masalah
a.      Pengertian karbondioksida (CO2)
b.      Pengaruh lingkungan terhadap tanaman
c.       Pengaruh kenaikan kadar karbondioksida (CO2) terhadap tanaman
d.      Cara mengatasi kenaikan kadar CO2 yang semakin meningkat tajam

3.      Tujuan
a.      Mengetahui pengaruh karbondioksida (CO2) terhadap tanaman
b.      Untuk mengetahui dampak kenaikan kadar karbondioksida (CO2)
c.       Untuk mengetahui fungsi karbondioksida bagi tanaman
d.      Untuk mengetahui cara menanggulangi kenaikan CO2




BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Karbondioksida (CO2)
Karbon dioksida (rumus kimia: CO2) atau zat asamarang adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon. Ia berbentuk gas pada keadaan temperatur dan tekanan standar dan hadir di atmosfer bumi. Rata-rata konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi kira-kira 387 ppm berdasarkan volume[1] walaupun jumlah ini bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan waktu. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang penting karena ia menyerap gelombang inframerah dengan kuat.
Karbon dioksida dihasilkan oleh semua hewan, tumbuh-tumbuhan, fungi, dan mikroorganisme pada proses respirasi dan digunakan oleh tumbuhan pada proses fotosintesis. Oleh karena itu, karbon dioksida merupakan komponen penting dalam siklus karbon. Karbon dioksida juga dihasilkan dari hasil samping pembakaran bahan bakar fosil. Karbon dioksida anorganik dikeluarkan dari gunung berapi dan proses geotermal lainnya seperti pada mata air panas.
Karbon dioksida tidak mempunyai bentuk cair pada tekanan di bawah 5,1 atm namun langsung menjadi padat pada temperatur di bawah -78 °C. Dalam bentuk padat, karbon dioksida umumnya disebut sebagai es kering.
CO2 adalah oksida asam. Larutan CO2 mengubah warna litmus dari biru menjadi merah muda.
Karbon dioksida adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Ketika dihirup pada konsentrasi yang lebih tinggi dari konsentrasi karbon dioksida di atmosfer, ia akan terasa asam di mulut dan mengengat di hidung dan tenggorokan. Efek ini disebabkan oleh pelarutan gas di membran mukosa dan saliva, membentuk larutan asam karbonat yang lemah. Sensasi ini juga dapat dirasakan ketika seseorang bersendawa setelah meminum air berkarbonat (misalnya Coca Cola). Konsentrasi yang lebih besar dari 5.000 ppm tidak baik untuk kesehatan, sedangkan konsentrasi lebih dari 50.000 ppm dapat membahayakan kehidupan hewan.[2]
Karbondioksida (CO2) merupakan salah satu gas penting dalam pertumbuhan tanaman, namun juga merupakan salah satu gas rumah kaca yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan ini merupakan salah satu penyebab utama pemanasan global (global warming). Akibat dari pemanasan global, suhu bumi diperkirakan akan meningkat 3-5oC serta menyebabkan perubahan iklim yang drastis pada 50 – 100 tahun yang akan datang.

B. Pengaruh lingkungan terhadap tanaman
Variabel menonjol yang diperkirakan akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman pangan akibat terjadinya peningkatan kadar CO2 adalah bumi yang memanas. Berdasarkan pengamatan obyektif di lapangan, diperkirakan akan lebih rendah dibanding permodelan iklim yang lemah dan kasar menggunakan komputer. Berdasarkan permodelan komputer, muka bumi rata-rata akan memanas sebesar 1,5-4,5OC jika kadar CO2 meningkat duakali. Secara keseluruhan iklim akan memanas 3 kali 1,5OC pada akhir abad nanti, dan pemanasaan terbesar terjadi dikutub, dan lebih rendah dikhatulistiwa.
Kedua, kenaikan suhu dapat diperkirakan dan akan berpengaruh terhadap pola hujan. Untuk kebanyakan tanaman pangan dan serat dan beberapa spesies lain perubahan dalam ketersediaan air memiliki akibat yang lebih besar dibanding kenaikan suhu. Permodelan iklim secara regional telah dimodelkan dalam tingkat yang lebih kurang meyakinkan dibanding model untuk iklim global. 
Perubahan yang diperkirakan, jika terjadi dalam pola hujan dan suhu dengan kadar CO2 yang tinggi akan menguntungkan produksi tanaman pangan beririgasi. Pertambahan areal pertanian beririgasi di Amerika terjadi di delta misisipi dan dataran utara. Hal serupa terjadi di India, China dan Rusia bagian selatan. Di USA, area tanam jagung dan gandum musim dingin akan bergeser ke utara dan akan digantikan sorgum dan padi-padian.
Ketiga, pemanasan global mempengaruhi variabel yang berpengaruh terhadap produktifitas pertanian. Hal ini akan sangat penting bagi pertanian yang terkait zona suhu, baik bagi pertambahan maupun intensitas masa tanam atau satuan tingkat pertumbuhan. Perhatian petani akan tertuju pada perbedaan musiman dan antar tahun pada curah hujan, salju,  lama musim tanam, dan beda suhu dalam hari-hari yang berpengaruh pada tahap pertumbuhan. Stabilitas dan keandalan produksi adalah sama pentingnya dengan besaran jumlah produksi itu sendiri.
Keprihatinan akan perubahan iklim dimasa depan dan perubahan yang lebih besar lagi akan diimbangi dengan penelitian mengenai manfaat peningkatan CO2 bagi fotosintesis dan berkurangnya kebutuhan tanaman akan air, dan tetap meningkatnya hasil. Selama 70 tahuan, perubahan cuaca, mencerminkan bahwa hasil tanam di USA, Rusia, India, China, Argentina, Canada dan Australia, memungkinkan negara dengan cuaca baik dapat menjaga keamanan pangan negara dari cuaca yang buruk. Kekeringan secara menyeluruh di dunia hampir tak pernah terjadi saat ini.
Walau ada kepastian bahwa pertanian dunia dapat mengantisipasi perubahan iklim, perubahan itu akan menambah masalah yang harus ditangani dalam dasa warsa kedepan. Masalah lain adalah Kelangkaan air dan kualitas air, tanah yang menjadi gersang, pengadaan energi dari bahan bakar fosil serta kelangsungan praktek pertanian yang sekarang ada. Beberapa praktek yang membahayakan kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan harus diubah bersamaan dengan tingkat produksi yang aman dan dapat diandalkan juga harus terus ditingkatkan. Prakiraan terjadinya perubahan iklim membuat penelitian pertanian yang komprehensif menjadi sangat penting dalam menghadapi perubahan itu secara efektif.
Penelitian mengenai perubahan iklim, akan melengkapi usaha peningkatan produktivitas tanaman, yang dipengaruhi oleh tekanan lingkungan, yang kini tengah dilakukan melalui rekayasa genetik, perlakuan kimiawi dan pola pengolahan. Ini akan memberi dua manfaat sekaligus, baik sebagai pelindung mengahadapi perubahan jangka pendek lingkungan, seperti kemarau dan juga membantu menghadapi perubahan iklim dalam jangka panjang, dan untuk mengkapitalisasi sumberdaya hayati  bagi peningkatan produksi.
Pandangan yang berbeda mengenai pemanasan global yang memiliki bobot ilmiah yang baik muncul, mendukung penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, sekarang telah disimpulkan oleh beberapa ilmuwan bahwa model prakiraan iklim yang dibuat merupakan penyederhanaan yang sangat simplistis dari proses atmosfir dan lautan yang sangat kompleks. Dan tak dapat dibuktikan bahwa pengeluaran gas rumah kaca akan berpengaruh signifikan terhadap iklim dunia, sebab-sebab pemanasan global juga lebih tidak dapat lagi dipastikan.

C. Pengaruh kenaikan kadar karbondioksida terhadap tanaman
Peningkatan kosentrasi CO2 di atmosfer sudah terjadi sejak beberapa ratus tahun yang lalu, namun lajunya mengalami peningkatan yang sangat tinggi dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini memicu terjadinya adaptasi tanaman terhadap perubahan karakteristik daun.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/16/Mauna_Loa_Carbon_Dioxide-id.svg/280px-Mauna_Loa_Carbon_Dioxide-id.svg.png
Peningkatankadar CO2 di permukaanbumi

1.Fotosintesis
Hasil tanaman sangat tergantung dari proses fotosintesis. Terjadi perbedaan respon fotosintesis antara jenis tanaman C3 dan C4 terhadap perubahan kosentrasi CO2 di udara. Beberapa tanaman mengalami perubahan biokimia sebagai tanggapan atas peningkatan CO2. Fotosintesis pada tanaman C3 mengalami peningkatan dengan bertambahnya kosentrasi CO2 di udara. Aktivitas Rubisco pada mesofil mengalami peningkatan yang cukup tinggi sebagai respon dari peningkatan CO2 udara.
Fotosintesis tanaman C3                                                         Fotosintesis tanaman C4






Perbeaantanaman C3 danC4 :
C3
C4
lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi
adaptif di daerah panas dan kering
enzim yang menyatukan CO2 dengan RuBP, juga dapat mengikat O2 pada saat yang bersamaan untuk proses
fotorespirasi
CO2 diikat oleh PEP yang
tidak dapat mengikat O2 sehingga tidak terjadi kompetisi antara CO2 dan O2
karbon dioxida masuk ke siklus calvin secara langsung.
tidak mengikat karbon dioksida secara langsung
Disebut tumbuhan C3 karena senyawa awal yang terbentuk berkarbon 3 (fosfogliserat)
Sel seludang pembuluh berkembang dengan baik dan banyak mengandung kloroplas
Sebagian besar tumbuhan tinggi masuk ke dalam kelompok tumbuhan C3
Fotosintesis terjadi di dalam sel mesofil dan sel seludang pembuluh
Apabila stomata menutup akibat stress terjadi peningkatan fotorespirasi pengikatan O2 oleh enzim Rubisco
Pengikatan CO2di udara melalui lintasan C4 di sel mesofil dan reduksi karbon melalui siklus Calvin (siklus C3) di dalam sel seludang pembuluh

2.Respirasi
Ada asumsi bahwa peningkatan CO2 di atmosfer akan menurunkan pengambilan O2 oleh tanaman, namun demikian sebuah penelitian dengan enam ratus kali pengukuran pada sembilan jenis tanaman yang dilakukan di Illinois terhadap peningkatan kosentrasi CO2 dalam jangka waktu yang panjang menunjukkan tidak adanya penurunan pengambilan O2 respirasi tanaman (Davey et al., 2004). Penurunan konduktansi stomata yang terjadi pada kosentrasi elevated CO2 hanya merupakan adaptasi sementara namun tidak terjadi dalam jangka panjang. Selain itu pada beberapa penelitian tidak terjadi perubahan pada karakteristik stomata. Respirasi tidak mengalami perubahan pada kosentrasi CO2 yang ditingkatkan hingga dua kali lipat dari kondisi normal.
Gambar 1 : Peningkatan laju assimilasi tanaman kedele (C3) dengan pertambahan PAR pada konsentarsi CO2 berbeda.
http://acehpedia.org/images/thumb/4/4d/Grafik_1.png/400px-Grafik_1.png




d. Cara mengatasi kenaikan kadar CO2
1.      Reboisasi
Reboisasi merupakan penanaman kembali hutan yang telah gundul, dengan menggunakan tumbuhan menahun.
2.      Memperkecil Jejak Karbon
Merupakan perubahan sikap dan prilaku menuju aktivitas yang lebih rendah emisi karbon, yaitu mengurangi konsumsi bahan bakar fosil yang digunakan secara langsung termasuk untuk keperluan rumah tangga dan transportasi. Selain itu, memperkecil barang – barang yang kita konsumsi.
3.      Budidaya tanaman C3, karena tumbuhan C3 mampu menyerap lebih banyak kadar CO2dari udara dibandingkan dengan tumbuhan C4 dan tumbuhan CAM.
















PENUTUP

Dengan menghaturkan rasa syukur kepada Allah swt dengan karunia dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas penulisan makalah ini.
Meskipun banyak permasalahan – permasalahan yang dihadapi oleh petani dalam pembudidayaan kakao semoga penulisan makalah ini dapat berguna bagi para pembaca dan yang berkeinginan membudidayakan tanaman kakao untuk meningkatkan hasil produksi yang maksimal serta berkwalitas baik. Penulis juga berharap penulisan makalah ini  bermanfaat  bagi para pembaca umunya dan bagi penulis khususnya. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun untuk perbaikkan penulisan tulisan yang selanjutnya.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada teman – teman dan pihak – pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian makalah ini. Serta atas perhatian para pembaca mengucapkan banyak terima kasih.
















DAFTAR PUSTAKA


Tjasyono, Bambang. 1986. Iklim dan Lingkungan. PJ Cendekia Jaya Utama : Bandung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar